KOPERASI LEMKA
Silahkan Pesan Alat Dan Buku Kaligrafi Langsung Dari LEMKA

Kamis, 04 November 2010

LOMBA BACA KITAB SENI ISLAM NASHAIH AL-KHATATIN


 

Pesantren Kaligrafi Al-Quran LEMKA Sukabumi Jawa Barat mengadakan Lomba Qiraatul Kitab (baca kitab) khusus yang berkaitan dengan seni Islam dan wawasannya, yaitu kitab Nashaih al-Khathatin karya Drs. H. Didin Sirojudin AR M.Ag (Pimpinan Umum Pesantren Kaligrafi Al-Quran LEMKA). Lomba ini diadakan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw 1431 H, dan diikuti oleh para santri intern LEMKA sendiri berjumlah 50 santri.

Lomba ini menarik dan unik karena jarang sekali kitab seni Islam yang dilombakan kecuali kitab-kitab yang membahas ilmu-ilmu syariah, seperti tafsir, fiqh, seperti yang lazim dilombakan dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Menurut Ketua Panitia Lomba, Ustadz Iman Saiful Mu'minin, S.Pd.I, lomba ini sengaja diadakan untuk mencoba menguji para santri, khususnya santri pesantren lemka yang setiap harinya berkutat dengan seni kaligrafi dan wawasannya, sampai sejauhmana mereka dapat memahami kitab Nashaih al-Khathatin yang biasa dipelajari sebagai mata kuliah wajib. Kategori penilaian dalam lomba tersebut diuji dari segi kelancaraan membaca, bahasa, terjemahan, dan maksud/penjelasan.

Juara I Putra diraih oleh Luthfi Hakiki santri dari Kalimantan Selatan, Juara II PA: Zainul Muttaqin dari Jawa Tengah, dan Juara III PA: Tahmil dari Sulawesi Selatan. Dan Juara I Putri diraih oleh Mila Ulin Nuha dari Kalimantan Barat, Juara II PI: Putri Dwi Jayanti dari Kalimantan Timur, dan Juara III PI: Fitri Nuriza dari Riau

Kegiatan lomba tanggal 25 Februari 2010/11 Rabiul Awwal 1431 H. Foto-foto kegiatan terlampir


 

IBNU KHALDUN DAN KALIGRAFI ARAB


Oleh: Iman Saiful Mu'minin, S.Pd.I*

Bagi para pemerhati sosial dan sejarawan, nama kitab Muqaddimah karya Ibnu Khaldun sudah tidak asing lagi ditelinga mereka. Kitab ini merupakan produk pemikirannya berupa kumpulan kajian-kajian tentang kemasyarakatan, kenegaraan serta filsafat sejarah yang diberinya nama agak panjang, Kitab al-'Ibar wa Diwan al-Mubtada wa al-Khabar fi Ayyam al-Arab wa al-Ajam wa al-Barbar wa man 'Asharahum min Dzawi al-Sulthan al-Akbar. Mungkin karena panjangnya kitan ini atau karena jilid pertamanya berjudul Muqaddimah, lalu orang menyebutnya Muqaddimah Ibnu Khaldun
 
Buku ini diakui sebagai karya monumental dan cukup unggul dalam deretan karya para pemikir muslim dan Barat dalam bidang kajian sosiologi. Untuk itu Ibnu Khaldun dikenal sebagai Bapak Sosiologi dan Sejarawan Muslim. Selain kitab Muqaddimah, Ibnu Khaldun juga menulis sejumlah kitab terkenal, yaitu at-Ta'rif bi Ibni Khaldun, sebuah autobiografinya catatan dari sejarahnya.

Pemikiran Ibnu Khaldun tentang sosiologi dan politik tidak saja menjadi bahan kajian para pemikir dan cendekiawan Muslim di Timur, tetapi di dunia Barat pun pemikiran tersebut masih senantiasa digulirkan dalam wacana percaturan sosial politik kontemporer. Hal demikian tidaklah aneh, mengingat pemikiran dan sepakterjang Ibnu Khladun diakui oleh para ulama sezaman dan sesudahnya.

Kaligrafi Di Kota
Tulisan-tulisan yang ada dalam kitab karyanya, termasuk Muqaddimah, mengungkapkan permasalahan yang masih aktual. Di antaranya mengenai kaligrafi Arab (khat). Ibnu Khaldun menyatakan, bahwa khat atau tulisan merupakan bagian dari keterampilan manusia yang dapat membedakannya dari hewan. 

Oleh karena ia bagian dari keterampilan maka untuk memperolehnya adalah harus ditunjang oleh pembelajaran (ta'alum), adanya sarana perkumpulan atau organisasi (semacam sanggar), modern dan berkomunitas di kota besar. Sebab kota menurutnya terdapat sejumlah sarana keterampilan lain yang menunjang berkembang pesatnya kaligrafi Arab, seperti ketersediaan peralatan yang komplit dan modern. Maka, Ibnu Khaldun menyimpulkan bahwa kebanyakan orang pelosok, pedalaman atau kampung masih minim dalam hal keahlian menulis dan membaca dengan baik. Mereka belajar menulis menggunakan peralatan seadanya, dan hal ini yang menjadikan mereka tertinggal dari teman-temannya yang berdomisili di kota. Ibnu Khaldun juga menyimpulkan bahwa pengajaran kaligrafi Arab yang berada di kota-kota besar yang berkembang pesat sejumlah sarananya, itu lebih mudah diterapkan metode dalam pembelajarannya. Beliau mencontohkan negara mesir, terutama ibu kotanya, Kairo. Di sana para pengajarnya sangat berkompetensi dan mumpuni dalam menguasai bidang kaidah dan hal-hal yang berkenaan dengan kaligrafi.

Tidak dinyana, di kota-kota besar lahir sejumlah kaligrafer terkenal sekelas Abu Hasan Ali bin Hilal, yang dikenal dengan nama Ibnu Bawwab, seorang pakar kaligrafi kelahiran Baghdad. Ibnu Muqlah, seorang menteri yang tinggal di Bahgdad pula. Dan sejumlah kaligrafer lain yang lahir dan tinggal di kota Kufah, Bashrah, Kairo, Andalusia dan Isfahan, sehingga nama jenis khat kadang diambil dari nama kota tempat muasal lahir.

Ide dan pemikiran Ibnu Khaldun di atas tidaklah keliru. Kaligrafi Arab yang berkembang di Indonesia pun titik pusatnya berada di jantungnya, Jakarta. Maka kaligrafer yang berada di luar kota pun kini mau tidak mau harus melirik ke pusatnya, Jakarta. Kini kaligrafi Arab Di Jakarta sedang mengalami booming, terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa. Mereka berantusias mempelajari kaligrafi melalui sanggar atau tempat-tempat kursus kaligrafi.

Metodologi Kaligrafi
Gagasan pemikirannya dalam kaitannya dengan metode pembelajaran, Ibnu Khaldun memaparkan beberapa hal yang harus ditempuh oleh para pelajar agar mereka memperoleh ilmu pengetahuan yang luas dan senantiasa malakah (melekat) dalam jiwa mereka. Di antara metode pembelajarannya adalah tadaruj, yaitu suatu metode perolehan pengetahuan pemahaman yang dilakukan secara bertahap, seperti pengulangan materi pelajaran sebanyak tiga kali.

Dalam hal ini, Ibnu Khaldun menyesalkan kebanyakan guru atau pembimbing belajar tidak mengetahui metode pembelajaran serta cara pemerolehannya. Dengan serampangan mereka menyampaikan materi kepada murid-muridnya dengan uraian-uraian yang enjlimet serta membebani mereka dengan sejumlah materi tambahan lainnya. Ini berbahaya. Akibatnya, jika hal ini dilakukan, maka murid-murid akan cepat merasa bosan dan malas belajar. Untuk itu, menurutnya, penting sekali seorang guru dan pelajar mengetahui hal ini serta memahami materi sesuai dengan kemampuannya, kemudian mengulangi kembali materi pelajaran yang telah diperolehnya sampai malakah.

Tentunya gagasan yang telah dipaparkan Ibnu Khaldun di atas konteksnya mencakup pemerolehan pengetahuan secara umum. Dan metode ini bisa saja diaplikasikan pada cara penulisan kaligrafi Arab (khat). Seorang pelajar atau santri di samping harus mengetahui teori penulisan, juga mereka dituntut menerapkannya melalui metode tadaruj itu. Sebelum mereka merasa yakin bahwa hurufnya itu indah, baik dan benar-dan ini tentunya setelah melalui proses latihan dan perenungan yang panjang serta pengoreksian dari guru atau pembimbingnya-ia tidak boleh beranjak ke penulisan huruf lain.

Ibnu Khaldun juga memaparkan dengan jelas, bagaimana seorang murid agar dapat menambah pengetahuan dan faedah, ia harus sering mendatangi sejumlah guru atau pembimbing. Artinya, bertambahnya pengetahuan seorang murid ditunjang oleh seringnya berinteraksi dengan sejumlah guru secara langsung (mubasyarah). Maksud itu tiada lain agar ada pihak yang bisa mengoreksi kesalahan atau kekeliruan suatu pemahaman atau pengetahuan seorang murid. Dan juga, masih menurut Ibnu Khaldun, karena setiap guru atau pembimbing belajar kadang mempunyai metode pembelajarannya masing-masing.

Ibnu Khaldun memberikan contoh perbandingan metode pembelajaran antara negara-negara yang berada di kawasan Maghrib (Barat) dengan negara Masyriq (Timur). Di Barat, para guru memberikan alokasi waktu masa belajar bagi para pelajar ditentukan selama enam belas tahun, sementara di Tunisia hanya dibutuhkan waktu lima tahun. Lama belajar tersebut disebabbkan para pelajar negara Barat pada masanya sangat sulit menerima materi, dan buruknya metode pembelajaran yang disampaikan para pengajarnya. Peradaban di Timur pada masa Ibnu Khaldun maju pesat, terutama bidang pranata sosial. Maka hal ini sangat menunjang dalam kelancaran proses kegiatan belajar mengajar (KBM).

Lancarnya kegiatan belajar mengajar dengan ditunjang oleh kedekatan interaksi antara guru dan murid serta latihan yang intensif dan konsisten dengan ditunjang ketersediaan media belajar yang komplit dan modern akan memungkinkan tercapainya keberhasilan yang gemilang. 

*Anggota Forum Mubahasah Seni Dan Budaya LEMKA Ciputat Banten, Pengasuh Pesantren Kaligrafi Alquran LEMKA Sukabumi
Jl. Bhineka Karya Karamat Gunung Puyuh Sukabumi Jawa Barat Tlp. (0266) 231754 HP. 0812888100043.  E-mail: ibnoear@yahoo.com

Selasa, 02 November 2010

Contact Us

Pesantren Kaligrafi Alquran Lemka
JL. Bhineka Karya No. 53, Rt. 003/06 Kelurahan Karamat,  Kec. Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, Jawa Barat, INDONESIA, 43122. 

maaf pemesanan sudah lama pindah kewww.tokolemka.com 0823-000-333-11, 0856-000-333-11,

DAFTAR HARGA PERALATAN DAN BUKU KALIGRAFI

BUKU
 1 Asah Asuh Huruf 26,500.00
2 Belajar Kaligrafi Islam jilid 1 5,500.00
3 Belajar Kaligrafi Islam jilid 2 8,000.00
4 Belajar Kaligrafi Islam jilid 3 8,500.00
5 Belajar Kaligrafi Islam jilid 4 7,000.00
6 Belajar Kaligrafi Islam jilid 5 13,000.00
7 Belajar Kaligrafi Islam jilid 6 14,000.00
8 Belajar Kaligrafi Islam jilid 7 31,000.00
9 Cara Mengajar Kaligrafi (Pedoman Guru) 18,000.00
10 Curatcoret Coretcoretan Bukanasal Coret 11,000.00
11 Gores Kalam Butir-butir Pemikiran Pengembangan Klg di Indonesia 17,500.00
12 Kaligrafi Arab Peralihan Peran dari Kufi ke Naskhi 8,500.00
13 Kaligrafi Hitam Putih D. Sirojuddin AR 28,000.00
14 Katalog Turki: Hasyim Muhammad (hard cover) 35,000.00
15 Katalog Turki: Hasyim Muhammad (soft cover) 30,000.00
16 Khat Naskhi Kebutuhan Primer Baca Tulis 9,500.00
17 Koleksi Karya Master Kaligrafi Islam 147,500.00
18 Koleksi Peraduan Khat ASEAN 30,000.00
19 Latihan Melukis Kaligrafi dr hitam putih ke warna 9,500.00
20 Membina Kaligrafi Gaya Lemka 8,500.00
21 Mewarnai kaligrafi 1-7 @ 17,000.00
22 Pak Didin Menabur Ombak Kaligrafi 27,500.00
23 Panduan Teknik pengolahan Hiasan Mushaf 20,000.00
24 Sekeliling Festival Istiqlal II 1995 17,500.00
25 Seni Kaligrafi Islam 20,000.00
26 Seni Kaligrafi Islam di Indonesia 6,500.00
27 Tafsir Al-Qalam 20,000.00
28 Teknik Pengolahan Kaligrafi Dekorasi 17,500.00
29 Qawaid Khat al-Arabi; Hasyim Muhammad (hard cover) 35,000.00
30 Qawaid Khat al-Arabi; Hasyim Muhammad (soft cover) 30,000.00

Peralatan Tulis dan Lukis
31 Cat Mowilex Putih 6,000.00
32 Cat Mowilex Warna 7,000.00
33 Cat Meries 40,000.00
34 Handam panjang 5,000.00
35 Handam pendek 3,000.00
36 Handam pendek (sudah dipotong miring) 3,500.00
37 Kuas Eterna No. 1 3,000.00
38 Kuas Eterna No. 2 3,500.00
39 Kuas Eterna No. 3 4,000.00
40 Kuas Eterna No. 4 5,500.00
41 Kuas Eterna No. 5 5,800.00
42 Kuas Eterna No. 6 6,000.00
43 Kuas Eterna No. 7 6,300.00
44 Kuas Eterna No. 8 6,700.00
45 Kuas Eterna No. 9 7,000.00
46 Kuas Eterna No. 10 7,300.00
47 Kuas Eterna No. 11 7,800.00
48 Kuas Eterna No. 12 8,000.00
49 Kuas Mofit Besar 2,500.00
50 Kuas Mofit Kecil 2,000.00
51 Pena kaligrafi 10,000.00
52 Penghapus Boxy Besar 7,000.00
53 Penghapus Boxy Kecil 10,000.00
54 Pensil Faber Castell 2,500.00
55 Pensil kapur 20,000.00
56 Ring Color (Teori Warna) 35,000.00
57 Tempat Tinta Atom Bulat 17,000.00
58 Tinta China biasa (Yamura) 3,000.00
59 Tinta China botol panjang 25,000.00
60 Tinta Rotring 40,000.00

Cindera Mata
61 Kaos Lemka lengan pendek tidak berkerah 25,000.00
62 Kaos Lemka lengan pendek berkerah 30,000.00
63 Kaos Lemka lengan panjang tidak berkerah 32,500.00
64 Kaos Lemka lengan panjang berkerah 35,000.00
65 Photo Karya 2,500.00

Keterangan:
 Harga sewaktu-waktu dapat berubah
 Ongkos kirim melalui pos; P. Jawa ditambah 15% dan luar P. Jawa 20%
Untuk pemesanan dapat dibaca pada menu "PEMESANAN" yang ada pada menu sebelah kiri. atau menghubungi  :

maaf pemesanan sudah lama pindah kewww.tokolemka.com 0823-000-333-11, 0856-000-333-11,

Selasa, 06 November 2001

  











KOPERASI LEMKA
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More